Anggota Komisi 2 DPRD Yulianto: Mengusulkan Literasi Sebagai Raperda Inisiatif Yang Dapat Digunakan di Kota Metro

0

Grahapost.com Metro – Sidang Paripurna Wali kota Metro sampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin berharap, dengan adanya dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di kota Metro dapat menjadi sumbangsih untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, hal ini disampaikan pada saat Sidang Paripurna, di Aula DPRD Kota MetroMetro. Senin (14/08/2023).

“Adapun dua raperda tersebut adalah, tentang pajak dan retribusi daerah, raperda tentang pengelolaan barang milik daerah, kita semua mengharapkan raperda tersebut juga dapat meningkatkan pelayanan publik rancangan pembangunan serta mendukung terciptanya kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Metro”. Ucapnya.

Pada tahun 2022 lalu pemerintah pusat menaikkan regulasi tentang sistem penyelenggaraan keuangan dan mengatur hak dan kewajiban pemerintah pusat dan daerah melalui Undang-Undang Nomor 1 tahun 2022 Tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Katanya.

“Dengan ditetapkannya regulasi ini diperlukan beberapa penyesuaian regulasi pajak daerah dan retribusi daerah, dari sisi pajak dan retribusi daerah Undang-Undang no 1 tahun 2022 tentang HKPD ditujukan untuk meningkatkan kekuatan pajak dengan tetap menjaga kualitas pelayanan atas pemungutan retribusi”. Paparnya.

Adapun sembilan peraturan daerah kota metro menjadi satu terkait penyesuaian dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang disampaikan pajak daerah berbasis konsumsi yaitu pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, pajak penerangan jalan menjadi pajak barang dan jasa tertentu (PBJT). Urainya.

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Kota Metro Yulianto, mengusulkan literasi sebagai Raperda inisiatif yang dapat digunakan di Kota Metro. RRaperda Kota Metro sebagai Kota Literasi.

Mengenai masalah rendahnya budaya baca, menjadi isu penting adanya tingkat literasi yang rendah di Metro. Bukan masalah mudah dalam meningkatkan budaya baca di masyarakat Metro”. Tuturnya.

Yulianto juga menyampaikan, bahwa anjuran Raperda inisiatif tentang literasi tersebut sebagai wujud peningkatan pengetahuan di lingkungan pelajar sekolah. Ujarnya.

“Gerakan literasi di sekolah harus ditingkatkan secara luas. Dimulai dari keluarga dan dalam sekolah, dalam konteks ini perlunya gerakan literasi yang melibatkan seluruh warga, satuan pendidikan, ataupun masyarakat”. Tuturnya.

Atas dasar itu, Ia memaparkan DPRD mengusulkan membentuk produk hukum dengan menghadirkan Raperda inisiatif tentang Kota literasi. “DPRD Metro berinisiatif yang membentuk produk hukum tentang kota literasi. Dengan aturan inid iharapkan dapat mewujudkan Metro sebagai kota literasi”. Pungkasnya. (ADV).

Facebook Comments