Grahapost Bandar Lampung – Percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu kunci dalam mendukung pertumbuhan sektor produktif dan pemerataan pembangunan di Provinsi Lampung. Untuk itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi guna memastikan pengembangan jaringan listrik berjalan selaras dengan kebutuhan pertanian, pelayanan publik, pariwisata, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Sinergitas Percepatan Jaringan Kelistrikan Daerah yang berlangsung di Mahan Agung, Bandar Lampung. Pertemuan tersebut membahas sejumlah kebutuhan kelistrikan di berbagai wilayah sekaligus langkah kolaboratif dalam mempercepat pembangunan jaringan dan menyelesaikan kendala yang masih ditemui di lapangan.
General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, mengatakan PLN siap mendukung arah pembangunan Provinsi Lampung melalui penyediaan listrik yang andal dan berkualitas, termasuk memperluas pemanfaatan listrik untuk menggerakkan sektor-sektor produktif.
“Listrik bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan peningkatan produktivitas masyarakat. Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendukung kebutuhan listrik sektor pertanian, pelayanan publik, kawasan pariwisata, hingga memperluas akses bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan,” ujar Noer.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa ketersediaan infrastruktur kelistrikan yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung akan terus memperkuat koordinasi dengan PLN, termasuk membantu penyelesaian kendala pembangunan jaringan di lapangan.
“Kami ingin pengembangan kelistrikan di Lampung benar-benar selaras dengan arah pembangunan daerah. Dukungan listrik sangat penting untuk memperkuat sektor pertanian, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus memperluas akses bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan. Pemerintah Provinsi Lampung siap memperkuat koordinasi dan membantu penyelesaian berbagai kendala di lapangan,” ujar Rahmat.
Saat ini, rasio elektrifikasi Provinsi Lampung telah mencapai sekitar 99,8 persen. Meski telah mendekati penuh, PLN bersama pemerintah daerah terus mendorong pemerataan akses listrik, terutama bagi masyarakat di wilayah yang belum terjangkau jaringan. Salah satunya melalui percepatan Program Strategis Nasional (PSN) Listrik Desa, termasuk mengupayakan solusi bagi permukiman yang berada di kawasan hutan dengan tetap memperhatikan ketentuan lingkungan dan perizinan.
Penguatan infrastruktur kelistrikan juga diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian. Pemanfaatan listrik untuk pompa irigasi, misalnya, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengairan lahan sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas petani. Di sisi lain, pengembangan jaringan turut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas serta kawasan pariwisata dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk mempercepat realisasinya, PLN dan Pemerintah Provinsi Lampung sepakat memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam penyelesaian persoalan lahan, perizinan, serta penentuan prioritas pembangunan jaringan. Sinergi tersebut diharapkan membuat pembangunan infrastruktur kelistrikan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, PLN UID Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan listrik yang andal dan semakin merata, sekaligus menjadikan infrastruktur kelistrikan sebagai salah satu penggerak percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung.(*)





