Grahapost Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong dunia usaha agar pertumbuhan industri memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu dapat diwujudkan melalui perluasan lapangan kerja, penyelarasan keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pesan tersebut disampaikan Jihan dalam agenda Konsolidasi dan Penegasan Komitmen Pengurus Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung periode 2026–2031 di Navara City Park, Bandar Lampung, Sabtu (17/10/2026).
Jihan menegaskan, pertumbuhan industri tidak cukup hanya diukur dari angka investasi dan aktivitas usaha. Lebih dari itu, pertumbuhan ekonomi harus mampu membuka peluang kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, serta memberikan manfaat bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, pembangunan daerah perlu diarahkan pada hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan semata-mata pencapaian indikator ekonomi.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Jihan adalah kesenjangan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan dunia industri. Ia menilai, lulusan sekolah belum tentu memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, meskipun telah menyelesaikan pendidikan secara administratif.
Karena itu, APINDO didorong untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah dan balai latihan kerja, termasuk membuka kesempatan magang di perusahaan anggota. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu calon tenaga kerja memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Selain penyiapan tenaga kerja, Jihan juga menyoroti pentingnya keterlibatan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
Ia berharap APINDO dapat menjadi ruang kolaborasi antara pengusaha besar dan pelaku usaha kecil. Dengan demikian, UMKM memiliki kesempatan untuk belajar, memperluas kemitraan, meningkatkan kapasitas usaha, serta mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Jihan juga mengingatkan bahwa pertumbuhan industri harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Menurutnya, keberhasilan dunia usaha tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi dan keuntungan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, ia mendorong penguatan ekosistem pengusaha perempuan agar semakin banyak perempuan di Lampung memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meraih keberhasilan.
Sementara itu, Ketua DPP APINDO Lampung, Ary Meizari Alfian, menilai jejaring APINDO di tingkat nasional maupun internasional perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menjawab kebutuhan dunia usaha di Lampung.
Menurut Ary, jejaring tersebut dapat menjadi jembatan bagi pengusaha daerah untuk terhubung dengan investor, menemukan mitra bisnis, memperluas akses pasar, hingga membuka peluang kemitraan dalam rantai pasok industri.
Konsolidasi kepengurusan APINDO Lampung periode 2026–2031 pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Tantangan ke depan adalah menerjemahkan komitmen tersebut menjadi langkah nyata, mulai dari penyiapan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, penguatan UMKM, perluasan peluang usaha, hingga penerapan praktik bisnis yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan pelaku UMKM, pertumbuhan ekonomi Lampung diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas bisnis, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. (Lena)





