APIMSA Lampung Dikukuhkan, Targetkan UMKM Lebih Kompetitif dan Inovatif

Grahapost Bandar Lampung – Asosiasi Pengusaha Kecil Menengah Mikro Nusantara (APIMSA) resmi melantik pengurus kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Radinson Lampung, Selasa malam (21/4/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi sebagai wadah bagi para pelaku UMKM, sekaligus mendorong peningkatan daya saing dan perluasan akses pasar.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus pusat APIMSA juga menetapkan visi dan misi organisasi yang berfokus pada pengembangan UMKM Nusantara agar lebih kompetitif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Ketua Wilayah APIMSA Provinsi Lampung, Dr. Uswatun Hasana, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar bagi seluruh pengurus untuk membawa organisasi menjadi lebih progresif dan berdampak nyata.

“Amanah ini bukan hanya jabatan, tetapi tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan. Kita harus mampu menjawab tantangan UMKM, mulai dari persaingan digital, kualitas SDM, hingga permodalan,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa kepengurusan APIMSA di Lampung merupakan yang pertama kali dibentuk, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Oleh karena itu, setiap daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing.

Pelantikan tahap awal ini mencakup posisi ketua, sekretaris, dan bendahara di 15 kabupaten/kota. Selanjutnya, pengurus daerah diminta segera menyusun struktur organisasi lengkap sesuai karakteristik daerahnya. Masa jabatan kepengurusan ini berlaku hingga 20 April 2027.

Selain fokus pada penguatan UMKM, APIMSA juga berkomitmen meningkatkan kapasitas dalam penyelenggaraan event nasional guna mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, khususnya di Kota Bandar Lampung.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemerintah Provinsi Lampung, Lukman Pure, yang hadir mewakili Gubernur Lampung, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan APIMSA di daerah tersebut. Ia berharap organisasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Menurutnya, jumlah UMKM di Lampung saat ini mencapai sekitar 498 ribu unit dan menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Potensi komoditas unggulan seperti singkong, jagung, dan pisang dinilai sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, peluang pasar dinilai semakin terbuka seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung yang mencapai sekitar 24,7 juta orang sepanjang tahun 2025.

“Setiap wisatawan yang datang harus menjadi peluang bagi UMKM. Mereka tidak hanya menikmati keindahan Lampung, tetapi juga membawa pulang produk lokal,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus mendorong penguatan UMKM melalui berbagai program, seperti kemudahan perizinan, pelatihan berbasis digital, hingga pengembangan kewirausahaan di desa.

Dengan sinergi, inovasi, dan kolaborasi yang kuat, APIMSA diharapkan mampu membawa UMKM Lampung menjadi lebih tangguh, inovatif, dan siap bersaing di pasar global. (Dina).

Pos terkait