Grahapost Bandar Lampung – Organisasi pers Pewarta Dalam Jaringan (Taring) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-2 di Omah Bone, Bandar Lampung, Jumat (30/10/2026). Perayaan tersebut diisi dengan kegiatan berbagi bersama anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus momentum memperkuat komitmen membangun pers yang profesional, berintegritas, dan bermartabat.
Mengusung moto “Satu Tekad Menjaga Pers Bermartabat”, peringatan dua tahun Taring menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi, mengevaluasi berbagai tantangan, serta mempererat kebersamaan seluruh anggota.
Kegiatan diawali dengan penyampaian pesan dari Dewan Pengawas Taring, Alfian Suni, S.H., M.H., yang menekankan pentingnya peran media dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Menurut Alfian, pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kepercayaan publik. Keberadaan media tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Media merupakan wadah informasi yang harus bisa dipercaya. Momentum dua tahun Taring ini hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh anggota bahwa tugas seorang pewarta bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga mencari kebenaran dan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, bertambahnya usia organisasi dapat menjadi kesempatan bagi Taring untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan yang telah dilalui sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Alfian juga menyoroti tantangan dunia pers yang semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang memungkinkan berita tersebar dengan cepat tanpa selalu melalui proses verifikasi.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh anggota Taring agar tetap mengedepankan profesionalisme, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta menjaga prinsip keberimbangan dalam setiap pemberitaan.
“Pers harus mampu berdiri di atas kepentingan masyarakat. Jangan sampai kecepatan menyampaikan informasi membuat kita melupakan ketelitian dan tanggung jawab. Kebenaran harus tetap menjadi dasar dalam setiap karya jurnalistik,” tambahnya.
Yusmart DS: Kekompakan Jadi Kekuatan Taring
Sementara itu, Ketua Taring, Yusmart DS, menyampaikan bahwa peringatan HUT kedua menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan, perjuangan, serta berbagai tantangan yang telah dihadapi bersama.
Menurutnya, usia dua tahun bukan sekadar perayaan, melainkan kesempatan untuk memperkuat komitmen seluruh anggota dalam membangun organisasi yang solid dan profesional.
“Tidak terasa kita berorganisasi di Taring telah memasuki tahun kedua. Dalam dua tahun ini mungkin banyak yang harus diperbaiki, namun kita harus tetap menjaga kekompakan untuk menciptakan pers yang bermartabat,” tuturnya.
Yusmart mengakui perjalanan organisasi tidak selalu berjalan mudah. Berbagai dinamika, perbedaan pandangan, serta tantangan dalam menjalankan tugas jurnalistik menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi.
Namun, seluruh persoalan tersebut harus dijadikan pembelajaran untuk memperbaiki diri dan memperkuat kebersamaan.
Ia berharap seluruh anggota Taring dapat terus menjaga komunikasi, saling menghargai, serta mengedepankan kepentingan organisasi.
“Organisasi ini tidak akan berkembang hanya karena satu atau dua orang. Taring bisa tumbuh karena adanya kebersamaan, dukungan, dan kontribusi seluruh anggota. Karena itu, saya berharap kita tetap menjaga kekompakan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun organisasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yusmart mengatakan pers bukan hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengawal kepentingan masyarakat dan melawan ketidakbenaran.
Menurutnya, seorang pewarta harus memiliki keberanian dalam menjalankan tugas. Namun, keberanian tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab, ketelitian, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
“Pers adalah sebuah profesi yang cukup berat. Dinamika yang dirasakan di lapangan tidak selalu mudah. Ada berbagai tantangan, tekanan, dan persoalan yang harus dihadapi oleh seorang pewarta. Namun, semua itu merupakan bagian dari tanggung jawab kita untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, profesi jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita atau mengejar publikasi, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat melalui informasi yang benar.
Yusmart juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun menjadikan profesi pers sebagai sarana untuk kepentingan yang bertentangan dengan prinsip jurnalistik.
“Jangan sampai kita kehilangan marwah sebagai pewarta. Berita yang kita sampaikan harus berdasarkan fakta, bukan asumsi. Kita harus berani mengungkap kebenaran, tetapi tetap profesional dan bertanggung jawab. Itulah yang menjadi dasar untuk menjaga pers tetap bermartabat,” tegasnya.
HUT Taring Diisi Kegiatan Sosial
Tidak hanya menjadi ajang refleksi organisasi, peringatan HUT ke-2 Taring juga diisi dengan kegiatan berbagi bersama anak yatim piatu.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menanamkan nilai kemanusiaan di tengah kesibukan para pewarta dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Melalui kegiatan ini, Taring ingin menunjukkan bahwa organisasi pers tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kebersamaan dengan anak-anak yatim piatu diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting yang harus terus dijaga.
Yusmart DS mengatakan, kegiatan sosial tersebut sengaja menjadi bagian dari perayaan HUT kedua agar momentum bertambahnya usia organisasi tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga memberikan makna bagi orang lain.
Menurutnya, organisasi yang baik tidak hanya dilihat dari perkembangan internal, tetapi juga dari bagaimana keberadaannya mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
“Di usia kedua ini, kita ingin Taring tidak hanya berkembang sebagai organisasi pers, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Berbagi dengan anak-anak yatim piatu menjadi salah satu bentuk rasa syukur sekaligus pengingat bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan perhatian dan kepedulian,” imbuhnya.
Apresiasi untuk Zitline
Dalam kesempatan tersebut, Yusmart DS juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada provider WiFi Zitline yang telah mendukung serta membersamai rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-2 Pewarta Dalam Jaringan (Taring).
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan serta menyukseskan kegiatan organisasi, khususnya dalam momentum perayaan yang diisi dengan kegiatan sosial bersama anak yatim piatu.
Ia berharap sinergi dan hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipertahankan sehingga semakin banyak kegiatan positif yang dapat dilaksanakan bersama.
Rangkaian peringatan HUT ke-2 Pewarta Dalam Jaringan (Taring) kemudian ditutup dengan makan bersama seluruh anggota sebagai bentuk kebersamaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Melalui momentum tersebut, Taring berharap dapat terus tumbuh menjadi organisasi pers yang solid, profesional, menjunjung tinggi integritas jurnalistik, serta memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat.(*)





