Anggota DPRD Kabupaten Pesibar Erwin Goestom: Pihaknya Akan Memanggil Rekanan Pelaksana Proyek

0

Grahapost.com Pesisir Barat – Masyarakat pesimis akan proyek pembangunan sarana air bersih untuk wilayah Kecamatan Pulau Pisang mampu bertahan lama dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah itu. Bahkan banyak warga menilai pembangunan itu merupakan proyek yang cukup mubazir bagi mereka masyarakat Pulau Pisang.

“Jujur saja proyek ini proyek mubazir bagi kami dan mungkin nanti juga nasibnya akan sama dengan kabel bawah lautnya PLN hancur diterjang arus Selat Tebakak. Sejarah yang akan berkata nasibnya proyek air bersih di Pulau Pisang”. Kata Afif Noor seorang warga yang berasal dari kecamatan itu.

Ia juga mengatakan kalau listrik seharusnya lebih diprioritas bagi kebutuhan warga di Pulau Pisang, kalau air selama ini warga di wilayah itu bisa mengkonsumsi dan menggunakan air yang ada di pulau tersebut.

“Jika listrik memang betul, kami amat membutuhkan. Tapi untuk air bersih siapa yang bilang kami butuh,” kata dia.

Hal serupa juga dikatakan warga lainnya, Gun, jika pada proyek yang saat ini masih dilaksanakan dengan anggaran puluhan miliar tersebut diragukan kemampuannya untuk bertahan lama memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tempat itu.

“Kita lihat diakhir pembangunannya apakah betul proyek ini hasilnya bisa dinikmati masyarakat ataukah hanya proyek coba-coba dengan dana yang fantastis. Apakah proyek ini nasibnya akan sama dengan dermaga apung, kabel listrik bawah laut dan lainnya. Mohon maaf ini sekedar pendapat saya,” Ujarnya.

Dari pantauan wartawan dilokasi saat proyek itu dimasa awal pengerjaan Rabu (29/3/2023), terlihat para pekerja sedang menggali tanah yang akan menjadi jalur pipa air tersebut, selain itu terlihat juga para pekerja yang sedang menyambungkan pipa-pipa tersebut dengan cara dipanaskan dengan suatu peralatan seperti mesin las. Namun pada waktu itu dilokasi maupun di gudang tersebut tidak terlihat adanya papan plang proyek.

“Gak bisa dipastikan berapa jumlah pipa yang kami sambung yang jelas maksimal dalam satu jam tiga kali sambungan sekita berarti lima pipa tersambung. ini pipa adp sejenis karet, diameter 6 inch, ketebalan 14,8 mili. Saya bagian geser-geser pipa kami sering kerja di Krui,” kata salah seorang pekerja ditempat itu.

Sementara koordinator lapangan (Humas) dari perusahaan yang menjadi kontraktor pelaksana proyek yang pipanya melewati bawah laut tersebut, Alipia, membenarkan proyek pembangunan sarana air bersih untuk warga di Pulau Pisang mengambil sumber air dari sungai yang ada ditempat itu dan masih masuk dalam wilayah Kecamatan Karya Penggawa.

Kata dia, jarak dari bak penampungan awal hingga bak penampungan akhir, untuk kemudian didistribusikan ke para warga yang berada di Kecamatan Pulau Pisang berjarak ±10 kilometer.

“Kalau lokasi sumber air , nama sungainya kurang tahu. Tetapi jaraknya dari jalan raya (Jalinbar ditempat itu) sekitar tujuh kilometer kalau jarak dari bak penampungan awal sampai akhir sekitar 10 Km. Tentang pengelasan (penyambungan pipa) ada teknis khusus yang ahlinya,” kata Alipia.

Dari informasi yang dihimpun saat ini, DPRD Pesisir Barat akan memanggil kontraktor pelaksana proyek tersebut. Terkait dugaan kontaktor pelaksana Masindo Bhakti KSO, melakukan aktifitas penggunaan pohon dan batu di Hutan Produksi Terbatas (HPT) untuk pembangunan bendungan atau bak penampungan yang ada disumber air yang akan di salurkan ke Pulau Pisang tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Erwin Goestom mengatakan pihaknya memang berencana akan memanggil rekanan pelaksana proyek itu.

“Iya besok kita juga akan ada hearing. Saya bicarakan dengan kawan-kawan yang lain dan bagaimana tindak lanjutnya, gimana juga mesti ya dipanggil karena pekerjaan merusak seperti itu. ya langkahnya itu besok saya konfirmasi dengan kawan-kawan didorong untuk dibahas dipanggil,” kata Erwin saat dihubungi, Minggu (30/7/2023).

Termasuk juga, sambungya, pihaknya akan menanyakan berapa besar anggaran proyek tersebut yang menurut informasi hingga puluhan milyar.

“Makanya akan ditanya, itu mengundang pertanyaan juga, karena plangnya pun gak ada,” kata Erwin. (*)

Facebook Comments