Grahapost Tanggerang – Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026. Melalui karya wastra bertema Spirit of Krakatoa, Lampung Selatan berhasil meraih Juara I Lomba Fashion Show Wastra Nusantara.
Perlombaan tersebut digelar di Ruang Garuda 5 AB, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (28/8/2026).
Karya yang ditampilkan mengangkat kekayaan budaya Lampung Selatan melalui kain tapis khas daerah yang dikemas dalam konsep busana modern, namun tetap mempertahankan identitas tradisional.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan itu menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menghasilkan karya terbaik.
“Alhamdulillah Lampung Selatan hari ini menang mendapatkan juara. Ini menjadi sebuah motivasi untuk kami untuk terus berkreasi dan terus membawa dan memberikan yang terbaik untuk Lampung Selatan ke depan,” ujar Egi yang hadir langsung mendampingi peserta.
Desainer Lampung Selatan, Dudi Pramono, mengatakan Spirit of Krakatoa terinspirasi dari peristiwa letusan Gunung Krakatau pada 1883 yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah kawasan Lampung Selatan.
Menurut Dudi, wastra yang ditampilkan merupakan kain tapis yang dibuat melalui proses tenun dan sulam secara tradisional. Proses tersebut membutuhkan ketelitian serta waktu pengerjaan yang cukup panjang.
“Wastra kami dari Kabupaten Lampung Selatan yaitu Tapis. Proses pembuatannya dengan cara ditenun dan disulam untuk menjadikan satu kain,” kata Dudi.
Ia menjelaskan, pembuatan satu lembar kain tapis dapat membutuhkan waktu antara satu hingga tiga bulan, mulai dari proses penenunan hingga penyulaman.
Tidak sekadar menggambarkan letusan Krakatau sebagai peristiwa bencana besar, tema Spirit of Krakatoa juga membawa pesan tentang semangat kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat.
“Dari sebuah bencana besar menjadi sebuah harapan kepada harapan hidup masyarakat ke depan,” ujarnya.
Kemenangan tersebut menjadi momentum bagi Lampung Selatan untuk semakin memperkenalkan tapis sebagai warisan budaya sekaligus produk kreatif daerah yang memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi.
Keikutsertaan dalam AOE 2026 juga menunjukkan bahwa budaya lokal dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.
Prestasi itu diharapkan mampu mendorong pengrajin, pelaku seni, dan desainer daerah untuk terus berinovasi sehingga wastra Lampung Selatan semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.(*)





