Grahapost Bandar Lampung – Satgas Gabungan Mitigasi Bencana Kota Bandar Lampung melakukan pembersihan dan pengerukan Sungai Way Awi dan Way Balau sebagai upaya mengantisipasi banjir menjelang musim penghujan.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana agar seluruh perangkat daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan, termasuk memastikan sungai dan saluran drainase tetap bersih serta berfungsi optimal.
Penanganan dilakukan dengan menyasar tumpukan sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran air di sejumlah titik sungai.
Pembersihan Sungai Way Awi dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026), mulai pukul 04.20 WIB hingga 20.30 WIB. Petugas gabungan turun langsung membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai agar air dapat mengalir lebih lancar.
Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur kecamatan, kelurahan, pamong, RT dan Linmas.
Kepala Dinas Damkarmat, Camat Kedaton, Camat Tanjung Karang Timur, serta Sekretaris BPBD turut hadir di lokasi untuk memantau pelaksanaan kegiatan.
Pembersihan berlangsung aman dan kondusif. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi hambatan aliran air akibat sampah yang menumpuk di sungai.
Sementara itu, pengerukan Sungai Way Balau di Jalan Ainan, Kelurahan Kalibalau Kencana, telah selesai dilaksanakan pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Pengerukan dilakukan untuk mengangkat sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai dan menghambat aliran air. Setelah pengerjaan selesai, kondisi sungai di lokasi tersebut dilaporkan telah bersih dari sedimentasi yang sebelumnya mengganggu aliran.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan pada Jumat (30/10/2026) di Jalan Persada, Kelurahan Kalibalau Kencana.
Dinas PU Kota Bandar Lampung melakukan pembersihan sisa sedimentasi sekaligus menyiapkan pengangkutan tumpukan lumpur yang tidak lagi tertampung di lahan sekitar lokasi pengerukan.
Pembersihan dan pengerukan sungai tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana untuk menjaga kelancaran aliran air serta mengurangi risiko genangan ketika hujan turun.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase.
Partisipasi masyarakat dinilai penting agar sungai dan drainase tetap berfungsi optimal, terutama saat memasuki musim penghujan.
Dengan pembersihan dan pengerukan yang dilakukan secara berkelanjutan serta dukungan masyarakat, diharapkan risiko banjir dan genangan di wilayah Kota Bandar Lampung dapat diminimalkan.(*)





