Wartawan dan Ormas Desak Kadis Kominfo Tulang Bawang Dicopot

Grahapost Tulang Bawang – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Tuba Bersatu (FWTB) bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil menggelar aksi di Kabupaten Tulang Bawang, Senin (15/9/2025). Mereka menuntut pemerintah daerah mencopot Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) setempat.

Aksi tersebut digelar lantaran dalam dua tahun terakhir Kadis Kominfo dinilai menghambat akses informasi publik serta mempersempit ruang gerak jurnalis dalam peliputan di lingkungan Pemkab Tulang Bawang.

Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk arogansi birokrasi yang bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi dan kebebasan pers sebagaimana dijamin konstitusi.

“Kami merasa diperlakukan tidak adil. Padahal pers adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi ke publik. Kalau akses ditutup, ini jelas merugikan masyarakat luas,” ujar Jefri, salah satu perwakilan jurnalis.

FWTB menilai tindakan Kadis Kominfo bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya pasal-pasal yang menjamin hak masyarakat memperoleh informasi dan kewajiban pejabat publik mendukung kerja jurnalistik yang profesional.

Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyampaikan enam tuntutan utama, yakni:

1. Evaluasi dan pencopotan Kadis Kominfo.

2. Audit anggaran Kominfo APBD 2024–2025 oleh Kejaksaan Negeri dan Polres Tulang Bawang.

3. Transparansi dana publikasi agar dikelola adil dan merata.

4. Pengembalian anggaran publikasi ke masing-masing SKPD.

5. Penghapusan aturan rumit dalam kerja sama media dengan pemerintah.

6. Keberlanjutan dan transparansi kerja sama media cetak untuk menjaga eksistensi media lokal.

 

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Tulang Bawang Qudratul Ikhwan menemui langsung para jurnalis di lokasi. Ia menegaskan pemerintah terbuka terhadap evaluasi dan siap menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.

“Saya telah instruksikan jajaran untuk mengkaji ulang kebijakan yang dikeluhkan rekan-rekan media. Pemerintah daerah terbuka untuk evaluasi demi perbaikan,” kata Qudratul.

Sebelum menutup dialog, Qudratul mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi yang santun dan konstruktif, seraya menyebut waktu salat yang segera tiba. (Gus).

Pos terkait